PERCAYAKAH ANDA BAHWA “GAGASAN” ITU HIDUP..?

Dalam obrolan singkat dengan Sepuh semalam, ada satu hal yang kembali membuat jari-jari tangan ini harus menari-nari lagi diatas tuts-tuts keyboard. Apa yang Beliau bicarakan tentang existensi-nya sebuah ide, gagasan atau buah pikiran, membuat saya kembali teringat betul akan apa yang telah saya alami. Bahwa sebuah ide, buah pikiran atau gagasan apapun itu sesungguhnya tidak akan pernah mati dan lenyap, sekalipun pada saat itu hanya tertanam di dalam pikiran dan tidak tertuang dalam realita keterwujudan. tetapi walaupun seperti itu, ternyata ide dan konsep yang telah tergambar di pikiran suatu saat akan mawujud dan terbentuk, entah itu oleh siapa dan kapan.

The_Secret_of_MindsetSaya teringat dalam sebuah buku “The Secret ..lanjutkan baca

Bismillahirrohmanirrohim…

Bismillahirrohmanirrohim…

Kalayan nyebat jenengan Allah nu Maha Murah tur Asih…

Mun dilenyepan..

Kunaon sagala rupa hal nu ku urang rek dipigawe bet kudu make Bismillah…

Geuning nyata, dina Qur’an ge nu kabehna aya 114 surat sadaya dimimitian ku Bismillah. Ngan hiji anu henteu Baca lebih lanjut

Diproteksi: Bhagawadgita (Bhagavad Gita)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

MUSYAWARAH BURUNG..

MAKA, berkumpullah segala macam burung, baik yang dikenal maupun tldak, di dunia ini. Burung-burung itu menyelenggarakan musyawarah.

Makhluk yang bisa terbang ini sadar bahwa ternyata kerajaan burung tak memiliki raja. Padahal, menurut keyakinan mereka, tidak ada negeri di dunia ini yang tak beraja. Dan tak ada suatu negeri yang mampu menyelenggarakan pemerintahannya dengan baik tanpa raja.

Keadaan kerajaan burung yang demikian tak boleh dibiarkan terus. Lalu tampillah Hudhud, burung kesayangan Nabi Sulaiman, memimpin mereka. “Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia-rahasia ciptaan,” kata Hudhud Baca lebih lanjut

BIMA RUCI

KARATUAN Amarta geunjleung. Beja ku gancang pisan sumebar. Nerekab ka papat madhab. Beja nu mawa inggis mawa hariwang. Kabayang pisan mamala nu bakal datang, reh satria alas Munggul Pawenang oge patih di Amarta, Arya Werkudara, rek indit ninggalkeun karaton. Indit seja milari cai jimat Tirta Amerta. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: