PERCAYAKAH ANDA BAHWA “GAGASAN” ITU HIDUP..?

Dalam obrolan singkat dengan Sepuh semalam, ada satu hal yang kembali membuat jari-jari tangan ini harus menari-nari lagi diatas tuts-tuts keyboard. Apa yang Beliau bicarakan tentang existensi-nya sebuah ide, gagasan atau buah pikiran, membuat saya kembali teringat betul akan apa yang telah saya alami. Bahwa sebuah ide, buah pikiran atau gagasan apapun itu sesungguhnya tidak akan pernah mati dan lenyap, sekalipun pada saat itu hanya tertanam di dalam pikiran dan tidak tertuang dalam realita keterwujudan. tetapi walaupun seperti itu, ternyata ide dan konsep yang telah tergambar di pikiran suatu saat akan mawujud dan terbentuk, entah itu oleh siapa dan kapan.

The_Secret_of_MindsetSaya teringat dalam sebuah buku “The Secret Of Mindset” yang mengatakan bahwa pikiran manusia adalah sebuah energi. mari kita melangkah lebih dalam, kalau pikiran adalah sebuah energi, berarti ide, gagasan, atau konsep yang tertanam dan tergambar dalam pikiran adalah buah dari energi tersebut..? betul kan..? sedangkan sifat dari energi itu sendiri menurut hukum kekekalan energi, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan.” berarti jelas kalau seperti itu apapun yang ada dalam pikiran manusia adalah kumpulan-kumpulan energi yang berpotensi merubah dunia. bahkan menurut Dan Brown di karyanya yang berjudul The Last Symbol, Ia mengatakan Manusia dapat mengendalikan alam semesta melalui pikirannya.

Okeh mari kita kembali ke Ide, atau buah pikiran.

220px-Socrates_LouvreSiapa yang tidak kenal Sokrates..? seorang filsuf besar Athena.

Ketika energi dari pikirannya mulai mendorong ia untuk memikirkan dunia di sekitarnya, dan berupaya mencari jawaban untuk sejumlah pertanyaan sulit. Ia bertanya, “Apa itu kebijaksanaan?”, “Apa itu keindahan?”, “Apa yang yang harus dilakukan?”. Ia mulai bertanya-tanya kepada setiap orang tentang pertanyaan-nya itu. tetapi kebanyakan pada saat itu mereka mengacuhkannya. bahkan ada yang menganggap gila. Sampai suatu saat Socrates berhasil mengumpulkan orang-orang muda yang mau mendengarkan kata-katanya dan belajar cara berpikir darinya.

Tetapi apa yang terjadi, sejumlah orang Athena marah kepada Sokrates atas tindakannya mengajari para pemuda. Mereka menggugatnya di pengadilan atas tuduhan penghinaan kepada para dewa dan penghasutan generasi muda.

Sokrates diadlili dalam sebuah pengadilan besar di hadapan para juri Athena. Hingga akhirnya Ia kemudian divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Sokrates menjalani hukumannnya dengan meminum racun.

Walaupun sampai disana Sokrates tak pernah menuliskan gagasan-gagasannya semasa masih hidup, namun ternyata buah pikiran dan gagasan-gagasannya itu justru masih hidup bahkan sampai saat ini menjadi ajaran-ajaran dalam bidang ilmu sosiolog-psikolog.

Pada saat menanti hukuman mati tersebut Sokrates ditawari oleh sahabatnya Krito, untuk melarikan diri dan pergi jauh dari kota itu, namun Sokrates menolak. Ia bilang bahwa “melarikan diri itu salah. Ia adalah warga Athena yang baik, dan ia mematuhi hukum, Jika hukum menyatakan bahwa ia harus mati, maka Sokrtes akan mematuhinya. Jika hukum ternyata salah, maka kematiannya akan menunjukkan hal tersebut.”

Dan ternyata kini benar kematiannya telah menunjukan akan hal itu, bahwa gagasan, ide dan buah pikiran tidak akan pernah mati dan musnah.

Sama halnya dengan sang pendiri PMI Jean Henri Dunant, yang menggagas terbentuknya suatu organisasi sosial banntuan terhadap korban perang waktu itu. Henri Dunant setelah sempat mendirikan organisasi tersebut dengan segala permodalan dan biaya sendiri Ia sempat terasingkan dan terlupakan karena ambruknya bisnis yang ia jalani. bahkan disaat kekerpurukannya itu Ia banyak dijauhi oleh rekan-rekannya.

Tetapi sekali lagi inilah bukti bahwa energi dari sebuah gagasan itu akan tetap hidup. Selang beberapa tahun kemudian organisasi itu bangkit kembali, tetapi bukan oleh sang penggagas itu sendiri yang sedang dalam keterpurukan bisnisnya, tetapi oleh orang lain dan tetap memberikan penghargaan terhadap sang penggagas yaitu Jean Henri Dunant.

Kita adalah gumpalan energi yang kekal dan abadi. Energi positif dalam diri kita akan menarik kekuatan positif pula demikian pula energi negatif dalam diri kita akan menarik kekuatan negatif pula. Disadari atau tidak setiap saat selalu terjadi pergumulan antara kekuatan negatif dan positif didalam diri kita. Kekuatan mana yang akan menang? Tergantung kemana kita berpihak.

 

Mungkin seperti itulah..

Semoga bermanfaat…. salam..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: