Tips mengenali penipuan virus di komputer anda

Virus….??

Beberapa saat yang lalu computer kesayangan saya yang udah saya costumize full… terpaksa harus saya install ulang. File acak-acakan, aplikasipun tidak bisa dibuka.. belum lambretnya minta ampun.

Sayapun segera melakukan tindakan penyelamatan, Anti virus saya update segera, tool-tool sejenis untuk menanggulangi Spyware, malware, dkk. Saya siapkan dibarisan depan. Walhasil dari perjuangan mereka, tidak satupun dari mereka menemukan virus bersarang di computer saya.

Ngahuleng tah sayah……. Tapi tetap sayah yakin kalo yang membuat compi sayah jadi begini pasti kerjaannya si virus kurang ajar. Tapi yang saya heran kok anti virus yang selama ini saya andalkan kaga nemuin apapun yang mengidentifikasikan kalo itu virus.

Akhirnya nguriling we sayah teh ka embah google, sambil bawa sesajen alakadarnya. Nanya masalah-masalah yang terkait dengan kejadian ini. Setelah seharian saya nanya-nanya ke embah google, si embah memberikan beberapa petunjuk yang tanpa tunggu lama langsung saat itu juga saya praktekin.

Petunjuk dari si embah ternyata betul sangat, di compi saya, saya menemukan beberapa virus yang lagi “MENYAMAR”. Dan anti virus saya dapat dikelabui oleh penyamarannya itu. Walaupun sumber penyakitnya udah ketemu, tapi tetap compi saya mesti saya install ulang karena udah parah sangat….

Ini mungkin sedikit tips agar kita terhindar dari tipu daya virus yang menyesatkan.

  1. Selalu nyalakan opsi ‘Show hidden files and folders’, hilangkan centang di ‘hide extensions for known file types dan Hide protected operating system files (Recommended)

‘Show hidden files and folders’ digunakan untuk menampilkan folder dan file yang beratribut hidden.

‘hide extensions for known file types’ digunakan untuk menampilkan ekstensi file yang ada di Windows semisal file Microsoft Word mempunyai ekstensi .doc atau .docx.

‘Hide protected operating system files (Recommended)’ digunakan untuk menampilkan folder atau file yang beratribut system.

2. Ganti ikon standar Windows dengan beberapa software-software modifikasi ikon. Seperti:

ActivIcons (http://www.cursorarts.com)

IconPackager (http://www.stardock.com)

Hasil dari mengganti warna asli folder:

3. Gunakan mode details untuk menampilkan file dan folder

Untuk menggunakan mode details, klik kanan -> View -> Details

Kenapa virus..? coba perhatikan, folder tersebut ternyata memiliki ektensi ‘exe’ sedangkan Folder yang asli sebenarnya tidak pernah memiliki ektensi. Terus kok folder mempunyai type Application..? aneh kan..? itu pasti virus.

4. Sedangkan untuk flashdisk ubah ikon standar untuk menandai bahwa flashdisk tersebut terkena virus atau tidak, seperti ini:

Untuk membuatnya cukup mudah. Buka notepad kopikan kode berikut dan save-as autorun.inf

[autorun]

icon=nama_icon.ico

Apabila ada infeksi virus kita akan segera mengetahuinya! Jika pas kita masukan flashdisk ternyata icon flashdisk tersebut berubah ke icon standar, dapat dipastikan kalau flashdisk tersebut terjangkit virus.

5. Hindari penggunaan klik ganda untuk flashdisk atau harddisk membuka root direktorinya. Sebaiknya gunakan explore.

6. Matikan fitur auto-run Ketika kita memasukan flashdisk ke port USB. Caranya cukup tahan shift untuk mematikan fitur auto-run.

Seperti itulah kejadian yang saya alami dan petunjuk-petunjuk yang saya dapatkan dari embah..

Semoga bermanfaat….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: